Sabtu, 25 Juni 2016

Perihal Buku Catatan Harian

Ada kalanya engkau membayangkan
buku catatan harianmu yang bersampul biru muda itu adalah langit
dan kau adalah seekor burung yang terbang bebas di keluasannya.
Sambil terus mengepakkan sayap dan  terbang sendirian
kau meneriakkan apa-apa yang selama ini tak sanggup kau ucapkan.

Engkau juga pernah membayangkan
buku catatan harianmu yang bersampul biru muda itu adalah buku gambar
dan kau adalah seorang anak sekolah dasar
yang gemar menggambar pemandangan alam atau Kesatria Baja Hitam
atau impian-impian absurd yang kerap ditertawakan orang.

Saat ini engkau tengah membayangkan
buku catatan harianmu yang bersampul biru muda itu
adalah sebuah museum yang senantiasa lengang.
Kau adalah  satu-satunya penjaga sekaligus pengunjung yang rutin datang,
merawat sekaligus menjenguk benda-benda atau  ingatan-ingatan samar
yang tak pernah ingin kau lupakan.

Tj. Priok, 25 Juni 2016



Sabtu, 18 Juni 2016

Catatan 18 Juni 2016

Hujan yang turun sejak semalam belum juga reda. Tadi, aku sempatkan diri ke balkon untuk melihat suasana di sekitar rumah. Got besar yang ada di sepanjang gang tempat tinggalku permukaan airnya nyaris rata dengan jalan. Kalau hujan terus turun, mungkin beberapa jam lagi akan banjir. Mudah-mudahan saja hujannya lekas berhenti.
Sekarang pukul 06.36 pagi. Aku sedang di kamar menulis tulisan ini sambil mendengarkan album A Head Full of Dreams-nya Coldplay. Tepat saat ini, yang sedang terputar adalah “Everglow”, lagu favoritku di album ini.

***
Sebelum menulis tulisan ini, aku mencoba mencari referensi musik di YouTube. Akhirnya kupilih untuk menonton video live performance-nya Lifehouse membawakan lagu You and Me. Aku kepingin lihat bagaimana mereka bermain live dengan format band mereka yang minimalis.
Ternyata asyik juga melihat live performance mereka. Seperti dalam versi rekamannya, Jason Wade membuka lagunya dengan permainan rhythm gitar akustik yang  manis, kemudian mulai menyanyi dari verse hingga chorus. Seusai chorus pertama, barulah gitar elektrik, drum, dan bass masuk. Aku suka dengan pengisian gitarnya, begitu juga dengan cara pengemasan lagunya yang simple. Manis, tapi tidak kemanisan. Pas.
Secara keseluruhan, menurutku lagu ini adalah salah satu contoh lagu pop yang patut untuk ditiru.

***
Beberapa waktu belakangan ini, aku lebih sering mendengarkan band-band british pop seperti Coldplay, Keane, Oasis, The Killers. Terutama Coldplay. Karena itulah waktu aku mendengar mereka merilis album baru, aku langsung mencari albumnya. Dari sebelas track yang ada di album baru mereka ini, aku paling suka “Amazing Day” dan “Everglow”. Menurutku dua lagu ini berhasil melanjutkan tipe-tipe lagu adem ala Coldplay seperti “Fix You” di album X & Y atau lagu “O” di album Ghost Stories. Dari semua lagu Coldplay, “Fix You” dan “O” adalah lagu favoritku. Nanti, akan kuceritakan padamu alasan yang melatarbelakangiku mengapa menyukai salah satu dari dua lagu tersebut.
Sekarang, lagu yang sedang terputar dari laptopku adalah “Army One”, track nomor delapan di album A Head Full of Dreams. Di luar, hujan belum juga reda. Sementara itu aku sudahi tulisanku ini dulu, ya. Aku mau lanjut mendengarkan lagu-lagu Coldplay di album ini.
Sampai jumpa! Selamat berakhir pekan!




Sabtu, 11 Juni 2016

Malam Menghamparkan Dirinya yang Sunyi

Malam menghamparkan dirinya yang sunyi
di pangkal musim: bulan yang terberkati.
Langit tenteram mengatapi bumi,
diheningkan bait-bait suci
dan kerinduan yang bersemayam abadi
di jantung syair-syair Rumi.
Angin bergerak perlahan menabur segala puji,
doa-doa yang diucapkan oleh para penyepi.
Semesta pun tepekur di keheningan ini,
mengalunkan bahasa yang paling sunyi.

Tj. Priok, 9 Juni 2016

(Dimas Albiyan)

Kamis, 09 Juni 2016

Lagu Musim Sunyi

Musim yang sunyi.
Langit tenteram di dini hari.
Kau berkata, “tiba waktunya untuk kembali,”
entah kepada siapa.
Fajar jauh. Cahaya jauh.
Angin Juni melintas di beranda.
Dan kau masih terjaga,
menafsirkan impian dan keresahan manusia
di antara keheningan kata-kata.

Tj. Priok, 7 Juni 2016

(Dimas Albiyan)